AS Dapat Tempatkan Drone Penyerang Di Korsel

Rabu, 15 Maret 2017 | Elektronik
AS Dapat Tempatkan Drone Penyerang Di Korsel - Amerika Serikat bakal menggelar pesawat nirawak jenis penyerang di halte militer mereka di Korea Selatan. ketentuan ini diambil di terus ketegangan yang kian maju di Semenanjung Korea.
Dalam pengumumannya untuk Senin (13/3), Juru berbicara Pentagon, Jeff Davis, mengatakan drone penyerang Gray Eagle akan mulai sejak ditempatkan di halte hawa Amerika di Kunsan, Korsel, thn depan.
Davis memaparkan pengerahan drone tidak elemen yang husus terjadi di Korsel, namun berulang di negara-negara penempatan tentara AS yang lain untuk kemampuan intelijen yang lebih baik.
Tapi wara-wara tertulis kepada pekan ini mengisyaratkan adanya hubungan sela drone serang AS dan ancaman awal Korea Utara. Pasalnya baru seminggu dulu Korut menjatuhkan empat rudal balistik dalam uji coba yang dinilai provokatif dan membentur resolusi Dewan Keamanan PBB.

Baca berulang : Daftar biaya drone camera lengkap
                  Daftar bayaran kamera lengkap

Tentara Amerika
Tentara Amerika yg pun berbaris. photo Wikimedia Commons)
"Setelah berkoordinasi dgn Angkatan Bersenjata Republik Korea dan Angkatan udara AS, militer AS sejak mulai taktik penempatan permanen system Nirawak udara Gray Eagle di pangkalan udara Kunsan," kata Davis seperti diberitakan AFP yang dikutip kumparan (kumparan.com).
Drone Gray Eagle MQ-1C dapat laksanakan penyerangan bersama rudal Stinger dan Hellfire. kebanyakan drone type ini ditempatkan di halte dgn 128 tentara di dalamnya, dan biasanya tengah AS menggelar 12 Gray Eagle per batalion.
Namun khusus di Korsel, AS hanya membuat 2-3 drone saja. Gray Eagle akan ditempatkan dgn dgn Brigade Tempur udara ke-2 dan organ Infanteri ke-2 AS di Kunsan.
Saat ini AS mempunyai seputar 28 ribu tentara di Korsel dan 50 ribu di Jepang.